Kapanlagi.com - Tahun 2013 sudah lewat. Selama
kurun tersebut industri musik tanah air masih didominasi wajah-wajah
lama, baik band maupun solois. Malah nyaris tidak ada muka baru yang
mampu menarik perhatian penikmat musik, kendati mereka meluncurkan karya
anyar. Semua bagai lari di tempat.
Hal ini berbeda dengan dua atau tiga tahun lalu, di mana boyband dan
girlband menyedot perhatian, sehingga pemberitaan media pun seolah tak
ingin lepas menayangkan mereka. Lalu bagaimana dengan tahun 2014? Adakah
musisi baru yang bakal menggebrak industri musik? Atau akankah musik
tanah air mengalami perubahan dibanding 2013?
Menurut pengamat musik,
Budi Ace, secara umum musik Indonesia
pada 2014 bakal mengalami perubahan drastis. Hal ini terjadi karena
berhubungan dengan trend perkembangan dunia hiburan itu sendiri.
"Ada beberapa beberapa hal mendasar. Pertama, genre musik pop mainstream
ala televisi (on air) yang 10 tahun terakhir mendominasi, akan bergeser
ke program variety show (lawak dan musik gado-gado). Kedua, genre musik
pop rock ala panggung (off air) kembali menarik perhatian dengan karya
terbaru dari muka lama (
Slank,
Kotak dan
Nidji).
Dan munculnya karya terbaru dari wajah baru. Ketiga, sejumlah nama
besar akan muncul dalam film musikal, termasuk karya lagu dalam bentuk
soundtrack film," urainya.
Karena itu tidak heran jika trend musik masih dipengaruhi oleh
program-program musik di televisi. Namun ini berlaku hanya pada genre
musik tertentu.
"Secara on air, trend musik 2014 masih dipengaruhi televisi. Pop
mainstream dan dangdut mendapat ruang lebar di televisi. Sedangkan
secara off air, trend musik 2014 adalah pop rock dan alternatif rock
yang banyak tumbuh subur di jalur indie label. Di samping musik rock,
reggae, bakal memberi pengaruh yang signifikan, baik panggung off air
maupun penjualan cd dalam pasar indie label," papar salah seorang
pewarta musik senior ini kepada
KapanLagi.com®, beberapa waktu lalu.
Hal yang senada diungkapkan
Bens Leo. Pengamat musik ini melihat
program yang ditayangkan stasiun televisi secara tidak langsung
mengakrabkan genre music yang selama ini kurang atau tidak disukai
penikmat music. Pun karena ditunjang dengan tarian yang dibawakan
pembaca acara tersebut.
"Catatan akhir tahun adalah, stasiun swasta, musik dangdut koplo, dan
tariannya goyang cesar. Secara nggak langsung, goyang cesar, dangdut
Jawa yang dinyanyikan Soimah, itu jadi lokomotif dangdut. 2014 itu
menempati posisi yang bagus," ucapnya saat dijumpai beberapa waktu lalu.
Namun demikian kiprah band-band yang telah mempunyai nama, tetap
berpeluang kembali bersinar di 2014. Termasuk jenis musik yang pada
pertengahan 2013 sudah memiliki indikator kembali bangkit. Tak
ketinggalan bintang baru yang akan menghiasi dunia tarik suara melalui
ajang pencarian bakat.
"Sebetulnya era ke depan, 2014 kelompok-kelompok yang saya sebutkan,
NOAH,
Gigi,
Slank
dan beberapa rekan yang lain, salah satunya
seperti karya Yovie
Widianto akan cukup menarik. 2014 musik rock akan bangkit kembali.
Indikatornya ada di pertengahan 2013. Belum lagi kita mencatat akhir
2013 dimulai lagi Indonesia Idol. Itu tanda-tanda kekuatan mata acara
yang melahirkan solois pria dan wanita. Kita berharap banyak pada
kompetisi penyanyi ini," paparnya.
Adapun boyband dan girlband sangat mungkin tidak memperlihatkan taring
lagi di 2014. Kecuali mereka yang telah memiliki nama dan masih terikat
dengan kontrak iklan.
"Yang paling sulit adalah mempertahankan boyband dan girlband. 2013
mereka udah mulai redup kecuali yang terkait kontrak iklan," jelas
Bens.
Bahkan
Budi menyebut mereka hanya akan menjadi hiasan program
televisi semata. Sementara untuk penjualan fisik, tidak cukup untuk
diharapkan dengan kondisi seperti saat ini. Walaupun bertahan, boyband
dan girlband tersebut bakal terpisah secara personal untuk melanjutkan
karir.
"2014 boy dan girl band hanya akan menjadi penghias program on air
televisi (variety show, infotainment dan talkshow). Ruang panggung
hiburan (off air) makin sempit untuk mereka. Terpuruk dalam penjualan
CD, sekaligus terpuruk dalam karya musikal. Namun sebagian besar akan
mengalami transformasi personal. Di antara personel boy dan girl band,
bakal muncul sebagai solois, sebagai bintang iklan maupun bintang
sinetron," terangnya.

Namun demikian,
Bens tetap memprediksi
Coboy Junior masih tetap digemari. Apalagi jika mereka selalu mengeluarkan karya baru. "Kita juga tunggu penampilan
Coboy Junior
yang 2014 nanti berusia. Kalo gak ada, apakah akan populer sama? Kalo
lucunya berubah, maka tingkat potensi persaingan, ya mereka populer
karena pra remaja," ucapnya.
Sementara yang menjadi saingan pun belum tentu secemerlang kembali
seperti di era boyband dan girlband. "Ya mereka yang punya kontrak iklan
yang bertahan X0 IX dan lainnya maupun girl band mereka harus ekstra
hati-hati terutama girl band sehingga cost produksi mereka berat. Jika
tidak ada iklan 2014 persaingan makin ketat terutama memperoleh usia
mereka dengan iklannya," sambungnya.
Sedangkan untuk band, baik
Bens maupun
Budi menilai nama-nama lama masih mendominasi industri musik. Mereka menyebut
Ungu dan
NOAH sebagai band yang tetap memiliki pengaruh di 2014, walau ada sisi yang dapat membuat mereka tengkurap.
"Ungu akan tetap bersinar di tahun 2014, jika mereka bertahan dengan pola lama, lagu-lagu gospel melankolis ala
Broery Pesulima.
Corak musikal mereka 2013 yang ngebeat akan cepat dilupakan. Noah hanya
bertahan jika televisi terus memberi ruang pada mereka. Sementara ruang
off air makin berkurang, basis fans juga tak sekuat Peterpan maka sinar
Noah bakal meredup perlahan," jelas
Budi.
Bahkan
NOAH
sangat mungkin melebihi prestasi yang telah diraih pada 2013 dibanding
band lain. "Untuk ke panggung, sebetulnya sensasional adalah
NOAH. Dari mereka, nama
NOAH,
Ariel, dan kawan-kawan itu grup yang sangat padat.
NOAH
juga mencatat sensasi 2 benua 5 negara. Mereka meluncurkan buku dan
album serta meluncurkan beberapa prestasi dan film pada akhir 2013 ini.
Jadi saya kira tetap ada, meskipun gak sepadat tahun 2013. NOAH lahir
kembali. Keliatannya mereka menggenjot prestasi 2014, mereka siapkan
album barunya. Biasanya grup-grup itu 2 tahun sekali rilis album lagi.
2014 single, 2015 barulah album. Itu kebiasaan pada grup yang ada di
Indonesia," kata tambah
Bens.
Slank
sendiri di tahun 2014 termasuk band yang tetap mendapat perhatian
pecinta music tanah air. Apalagi pada 2013, band yang bermarkas di jalan
Potlot ini mengeluarkan karya tak sekedar album namun juga film. Namun
lantaran tahun depan telah masuk masa pemilihan umum,
Budi meminta mereka hati-hati dengan pihak yang mencoba menggandengnya. Pasalnya selama ini
Slank dikenal sebagai band yang kritis terhadap segala hal.
"Slank berada dalam posisi riskan. 2014 adalah tahun 'politik panas'.
Indikasi Slank dimanfaatkan oleh kandidat Presiden nampak terlihat di
tahun 2013. Hanya satu cara agar
Slank
tetap bersinar di 2014, jangan pernah tampil di panggung politik dan
stop memberikan ruang bagi para politisi atau kandidat presiden tampil
di panggung musikal
Slank.
Slank
jika ingin tetap bersinar, di tahun 2014 harus mengklarifikasi dengan
tegas dan jelas bahwa mereka tidak sedang berpolitik praktis tapi
sekadar ingin menjalankan hak politik dalam bentuk 'politik budaya'.
Slank tetaplah sebagai anak band yang cerdas dan kritis serta berkarya dengan benar dan bernas," tutur
Budi.
Soal prestasi
Slank yang masih bersinar di 2014 diakui
Bens.
Apalagi sejak itu pula sejumlah pihak dari partai politik mencoba
merangkul mereka,